medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Seni, Senjata Perlawanan Bagi Perusak Lingkungan

Published in Opini
Sabtu, 14 Februari 2015 16:40
  • Email

Oleh : Kasman Nasir

Penggiat Seni

Seni daur ulang dewasa ini menjadi semakin populer di dunia, khususnya untuk menyadarkan pentingnya daur ulang ekstrem. Banyak seniman menemukan cara-cara luar biasa dan kreatif untuk mengelola limbah menjadi emas.

Seni mendaur ulang merupakan kontribusi yang luar biasa tidak hanya pada dunia seni tetapi untuk dunia (bumi) itu sendiri. Seniman yang menggabung-gabungkan benda daur ulang ke dalam karya seni mereka hingga berhasil menghemat jutaan benda yang terbuang, memenuhi tanah dan mencemari bumi.

Seniman dunia asal Norwegia, Tone Holmen salah satu master upcycle yang mampu mengkombinasikan art dan waste. Ia fokus membahas perubahan iklim, peta, geografi dan bentang alam. Holmen mengatakan bahwa tema untuk karya seni nya adalah “perubahan iklim dan bagaimana hal itu mempengaruhi bumi kita”.

Holmen concern dalam seni khusus dengan background daerah kutub dan mencairnya es serta gletser. Salah satu karyanya adalah kantung plastik yang di daur ulang menjadi Boneka Beruang Polar Bears – yang pertama kali dipamerkan di Kebun Binatang London pada 8 Agustus 2008 lalu.

Seniman berikutnya, berasal dari Virginia, Aerika Serikat, Sandhi Schimmel Gold. Dalam visinya kreatifitasnya, ia mengemukakan bahwa kebanyakan orang menganggap kertas bekas seperti kalender, kartu pos, foto usang, dan surat-surat yang sudah tidak terpakai adalah sampah. Namun, bagi Schimmel, benda-benda tersebut bisa menjadi karya seni mosaik yang menakjubkan.

Berkat dedikasinya, kini karya-karya hasil sentuhan artistiknya telah menarik perhatian banyak orang dan mulai dikenal sebagai seniman yang peduli terhadap lingkungan.

Sampah tak selamanya menjadi sumber penyakit dan berbagai persoalan lainnya. Di Indonesia sejumlah siswa berhasil menciptakan bak sampah dari limbah tutup botol air mineral. Di samping unik dan ramah lingkungan, pembuatan bak sampah tersebut tak memerlukan biaya sama sekali, justru membuat inovasi yang bernilai seni.

Mereka hanya bertujuan untuk mengubah potret limbah yang memberikan kesan negatif menjadi  seni yang unik dan berkualitas sembari mengkonservasi lingkungan dengan mengoptimalkan benda-benda tak terpakai.

Banyak seniman yang mengatakan bahwa inspirasi mereka timbul dari alam (lingkungan hidup). Alam mengantarkan kepada mereka ide-ide besar terhadap karya imajinya. Perspektif yang heterogen yang terpercik dari alam di konversi dari sudut-sudut pandang seorang seniman untuk membentuk sebuah masterpiece yang semua orang bisa bebas menginterpretasi maha-karyanya.

Alam memberikan karunia tersendiri bagi para seniman. Bagi setiap seniman yang cinta akan lingkunganya menganggap seni daur ulang adalah ungkapan berani dan kreatif yang secara fisik memungkinkan dunia untuk melihat limbah menghasilkan sebuah gagasan, pesan yang baik, yang kuat, dan inovasi.

Sandaran pada alam bukanlah ucapan klise yang dianggap prioritas orang-orang yang berkecimpung di bidang itu. Namun pengaruh besar atas kerusakan dan kebaikan alam merupakan impact dari aktivitas manusia yang melihat alam sebagai aspek keindahan atau sebagai alat untuk memperkaya pihak-pihak tertentu.

Bumi adalah anugerah luar biasa dari peciptaNya, yang dititipkan untuk manusia bisa jalan beriringan, baik dalam pandangan seni, ekonomi, sosial, dan sebagainya. Hal-hal kecil seperti daur ulang bisa menjadi landasan gerak kita untuk menyelamatkan bumi.

 

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini