medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Counter Attack virus di musim penghujan

Published in Opini
Sabtu, 08 November 2014 14:04
  • Email
Ilustrasi (Gambar:dok) Ilustrasi (Gambar:dok)

Oleh : Aswiny Putri 

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar

 

Menghadapi perubahan iklim, musim hujan di Indonesia kini sulit diprediksi datangnya. Hujan memiliki peranan penting utamanya dalam siklus hidrologi. Ketika proses prespitasi dari laut menguap, terkondensasi menjadi awan, kemudian awan terkumpul dalam skala yang besar, lalu titik air tadi terefleksi kembali turun ke bumi, dan pada akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk mengulangi daur ulang tersebut.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, mengapa pada awal musim hujan banyak masyarakat yang terserang penyakit?. Ya, fenomena ini memang sudah menjadi rahasia publik bahwa saat peralihan musim kemarau ke musim penghujan tiba, virus penyakit seolah-olah melakukan counter attack atau serangan balik terhadap manusia.

Kandungan zat kimia dalam air hujan

Kita coba runutkan peristiwa serangan penyakit ini. Zat kimia dalam air hujan utamanya mengandung H2O, mencapai 99.9 persen dari massa totalnya. Sisanya beragam, yaitu asam sulfat, asam nitrat, dan senyawa asam lainnya yang bisa berasal dari industri atau gunung berapi. Bisa juga karbon dalam bentuk abu ringan (fly ash) yang berasal dari industri atau gunung berapi. Bisa juga silika, yang merupakan debu yang berasal dari gurun seperti gurun sahara. Jadi, banyak faktor yang mempengaruhi, terutama lokasi kejadian hujan dan arah angin.

Kandungan kimia air hujan sebenarnya relatif tidak akan menimbulkan efek bahaya – sekalipun di peralihan musim hujan separti saat ini.

Faktor lain yang mempengaruhi datangnya serangan penyakit adalah jatuhnya air hujan pada lokasi lingkungan yang kotor. Sehingga air hujan tadi bisa mempercepat penyebaran penyakit. Lonjakan mikroorganisme yang dibawa oleh air hujan akan meng-kontaminasi lingkungan kita.

Namun, menurut dr. Irsyal Rusad, Sp.PD, anggota Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), perubahan cuaca memang dapat mempengaruhi kondisi ketahanan tubuh seseorang. Namun, ada faktor lain yang juga berperan dalam membuat seseorang mudah terserang penyakit ketika pergantian musim, yaitu imunitas atau daya tahan tubuhnya.

Terbiasanya tubuh selama beberapa bulan (pada musim kemarau) dengan suhu yang panas, kemudian beralih (sesuai hukum alam) ke musim dingin dengan suhu yang lembab menuntut tubuh memiliki sistem imun yang kuat. Sehingga kondisi tubuh yang belum terbiasa seperti ini menyebabkan kerentanan terhadap serangan penyakit.

Daya tahan tubuh atau sistem imun adalah perisai untuk melindungi tubuh dari serangan berbagai virus dan penyakit, daya tahan tubuh tidak datang dengan sendirinya, harus dibangun dengan makanan dan gaya hidup sehat. Sistem imun sangat berperan sebagai tirai pertahanan pertama yang akan melawan mikroorganisme penyebab penyakit.

Kondisi daya tahan setiap orang tentu berbeda. Sehingga sistem imun sesorang yang tidak sanggup melawan mikroorganisme ini menjadikan tubuhnya bisa jatuh sakit.

Pentingnya mendeteksi sistem imun

Secara umum terdapat beberapa ciri-ciri ketika daya tahan tubuh mengalami pelemahan. Beberapa indikasi tersebut anatara lain:

  1. Rongga hidung terlalu kering

Hidung yang tersumbat tentu sangat mengganggu kenyamanan. Tapi, kalau rongga hidung kita terlalu kering, itu juga tak baik. Sebab, lendir di dalam hidung berguna untuk membantu menjebak dan membersihkan virus yang masuk. Tak adanya lendir di dalam hidung, sama artinya memberi jalan masuk bagi kuman untuk menyerang pertahanan tubuh kita.

  1. Tidak cukup minum

Ada alasan mengapa dokter selalu mendorong kita banyak minum ketika sakit. Tubuh membutuhkan banyak air putih untuk mengeluarkan racun. Kebutuhan minum setiap orang berbeda-beda, tergantung dari kondisi tubuh dan aktivitas masing-masing. Cara mengetahui apakah kita sudah cukup minum atau belum adalah dengan melihat warna urin. Urin yang baik adalah yang berwarna jernih atau kuning muda jernih.

  1. .Stres berkepanjangan

Bukan kebetulan kalau kita jadi pilek kala pekerjaan di kantor sedang menumpuk. American Psychological Association melaporkan, stres jangka panjang dapat melemahkan respon kekebalan tubuh kita. Jika kita stres saat sedang flu, bisa dipastikan gejala yang akan kita alami pasti akan lebih buruk lagi.

  1. Sering tidak enak badan

Biasanya, orang dewasa mendapat flu sekitar 2-3 kali dalam setahun. Jika kita mengalaminya lebih dari jumlah ini, sudah bisa dipastikan kondisi tubuh sedang di level yang rendah dan perlu segera ditindaklanjuti dengan istirahat dan makanan bergizi.

  1. Mengonsumsi gula terlalu banyak

Studi yang dimuat di American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan, 5 jam setelah kita mengasup 100 gram gula, kemampuan sel darah putih melawan kuman akan turun drastis. Seratus gram gula setara dengan tiga kaleng minuman bersoda ukuran sedang.

Di saat sistem pertahanan tahan tubuh sedang melemah, disarankan untuk melakukan antisipasi agar virus penyakit tidak berkembang. Untuk itu, penting sekali mengenali tanda-tanda daya tahan tubuh sedang melemah.

Makan teratur dengan gizi seimbang, tidur yang cukup, olahraga dan menghindari rokok serta minuman beralkohol akan sangat membantu meningkatkan daya tahan tubuh Anda. Daya tahan tubuh yang baik akan membuat Anda lebih bersemangat dan menikmati berbagai rutinitas dengan kesehatan prima dan terhindar dari penyakit saat peralihan musim seperti saat ini. Jadi, sebenarnya virus tidak melakukan counter attack, tapi sistem imun sesorang yang lemah sehingga kapanpun bisa terserang sakit.

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini