medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Kebakaran Hutan di Indonesia Menurun, Dari 2 Juta Jadi 190 Ribu Titik

Published in Nasional
Senin, 19 Desember 2016 13:33
  • Email
Ilustrasi Kebakaran Hutan (Gambar: Mongabay) Ilustrasi Kebakaran Hutan (Gambar: Mongabay)

Medialingkungan.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengklaim bahwa kebakaran hutan dan lahan menurun sebanyak 82 persen di tahun 2016 dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut dapat dilihat dari berkurangnya titik api (hot spot).

“Dari sisi area (hot spot) yang terbakar sampai Oktober ini, tahun lalu 2 juta lebih kebakaran, sekarang tinggal 190 ribu saja. Semua itu tidak lepas dari kerja sama KLHK dengan berbagai pihak, seperti TNI, Polri, BNPB, BMKG, LAPAN, BPPT, dan pemerintah daerah. Semua pihak tersebut sudah bekerja dengan keras menangani karhutla,” kata Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, seperti dilansir Detik News.

Siti menambahkan, "tahun 2016 ini BNPB mengirim pesawat itu 22 sampai 23 sejak bulan Juni, di KLHK sendiri juga ada 1 sampai 2 lah. Kalau di tahun 2015 kemarin saja sampai 142 juta liter water bombing, sekarang saja masih 90 jutaan water bombing. Jadi memang upayanya luar biasa. Semua kerja keras. Bayangin saja, TNI-Polri kerja enggak berhenti, sampai sekarang saya juga masih sering ngecek."

Fakta ini juga didukung oleh Direktur Senior Lingkungan dan Sumber Daya Alam Bank Dunia, Julia Bucknall mengenai menurunnya angka kebakaran dan hutan, khususnya lahan gambut.

"Pada tahun 2015, kebakaran hutan dan lahan mencapai 2,6 juta hektar. Sebanyak 35 persen di antaranya berasal dari lahan gambut. Pada tahun 2016, luas kebakaran menyusut hingga 88 persen dibanding tahun lalu, dan kebakaran di lahan gambut hanya 16 persen. Apa yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia selama waktu yang singkat, delapan bulan terakhir, sungguh luar biasa," ujar Bucknall, dikutip dari Liputan 6.

Berdasarkan data riset Center for International Forestry Research (CIFOR), 880 mega ton emisi karbon dilepaskan akibat kebakaran hutan 2015. Kebakaran gambut tahun 2015 ini menempatkan Indonesia sebagai emiter gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia.

Presiden Joko Widodo telah membentuk Badan Restorasi Gambut, pada januari 2016 lalu. Tugasnya adalah melakukan pemulihan ekosistem gambut terdegradasi seluas kurang lebih 2 juta hektar. Badan ini bekerja selama 5 tahun, mulai 2016 sampai 2020 mendatang. (Tanti)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini