medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Mantan Supermodel Brazil Dinobatkan Jadi Duta Satwa Liar

Published in Internasional
Sabtu, 28 Mei 2016 16:48

Medialingkungan.com – Gisele Bundchen, mantan supermodel asal Brazil ini dinobatkan sebagai duta satwa liar oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada sidang kedua PBB tentang lingkungan di Nairobi, Rabu (25/05). Penobatan ini dilakukan sebagai bagian dari kampanye global melawan perdagangan satwa liar ilegal yang bertajuk “Wild for Life”.

“Pengetahuan adalah kekuatan, dan sekarang adalah waktunya mengatur pikiran kita untuk mengakhiri semua perdagangan satwa liar ilegal sebelum pilihan ini tidak lagi di tangan kita,” kata Giselle seperti dilansir oleh Daily Mail UK.

Bukan hanya menyerukan untuk menghentikan perdagangan ilegal, wanita kelahiran 1980 itu juga membiarkan namanya diganti menjadi “penyu”. Hal ini juga ditunjukkan ketika Gisele mengunggah salah satu foto ke akun Instagram-nya (@gisele) pada Rabu pagi (25/05), dimana ia menampilkan gambar penyu yang menutupi sebagian wajahnya, dan terdapat tulisan yang berisi “I am Sea Turtle” pada gambar tersebut.

“Hari ini saya membiarkan nama saya untuk diubah menjadi penyu,” tambahnya.

Foto yang diunggah Gisele ke akun Instagram-nya (@gisele). (Gambar: UN)

Kampanye ini juga diikuti oleh sejumlah selebriti dari penjuru dunia, termasuk Indonesia, India, Tiongkok, Lebanon, dan Vietnam. Tak luput pula beberapa pesepakbola seperti Yaya Toure dan Neymar, beserta aktor Ian Somerhalder juga turut menyerukan kampanye tersebut. {Muchlas Dharmawan}

Leonardo Dicaprio Kritik Donald Trump Persoalan Lingkungan

Published in Internasional
Jumat, 25 Maret 2016 21:02

Medialingkungan.com – Calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dapatkan kritikan dari Artis/actor, Leonardo DiCaprio yang menyatakan jangan sampai Amerika Serikat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Kecaman yang dilontarkan oleh artis tampan itu dinyatakan ketika menghadiri konferensi pers pembukaan perdana filmThe Revenant di Tokyo, Jepang.

“Sebaiknya kita tidak memilih kandidat yang tidak percaya akan ilmu pengetahuan modern dan peduli terhadap lingkungan atau perubahan iklim yang terjadi di bumi ini,” ujar Leonardo, seperti yang dilansir Aceshowbiz, Jumat (25/03).

Pria kelahiran 11 November 1974 ini mengungkapkan, perubahan iklim yang terjadi adalah masalah yang sangat penting untuk diperhatikan, bahkan menjadi masalah utama buat dunia dan Negara Amerika Serikat.

Donald Trump pernah berkata bahwa isu perubahan iklim sebanarnya hanya karangan manusia saja, oleh sebab itu Leonardo Dicaprio begitu geram mendengarnya, maka dari itu dia melontarkan statement dan mengomentari pria yang dari Partai Republik itu.

“Harapan saya, semoga diseluruh penjuru dunia agar betul-betul memperhatikan lingkungan dan jangan pernah berhenti membahas persoalan perubahan iklim baik itu dijajaran pemerintahan atau pun dikalangan masyarakat,” ucapnya.

“Persoalan ini sangatlah penting bagi kita semua,” tambahnya. {Angga Pratama}

Leonardo DiCaprio Layar Lebarkan Skandal Emisi Volkswagen

Published in Internasional
Kamis, 15 Oktober 2015 09:36

Medialingkungan.com – Bermain di sejumlah film dan meraih berbagai penghargaan di dunia perfilman internasional tak membuat produser sekaligus aktor kawakan Leonardo DiCaprio berhenti berkarya di tengah kepopuleran pria keturunan Jerman-Italia itu. Leo yang juga dikenal sebagai aktivis lingkungan dikabarkan akan membuat film mengenai skandal emisi produsen mobil diesel, Volkswagen (VW) ke layar lebar.

Film itu akan didasarkan dari buku berjudul 'Too Big to Fail of the Auto Industry' karya Jack Ewing dan akan diproduksi oleh Paramount.

Berbagai scene dalam film itu akan menguraikan cara produsen automotif ikonik Jerman itu bisa lolos dari skandal penipuan terbesar sepanjang sejarah perusahaan.

Skandal emisi yang dilakukan VW pertama kali terungkap setelah Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) merilis hasil temuannya pada Agustus 2015.

Hasil temuan itu mengungkap bahwa mobil diesel VW menggunakan perangkat lunak yang dapat memanipulasi data emisi gas buang. Sehingga saat mobil diperiksa, data emisi akan menunjukkan bahwa mobil itu memenuhi standar yang berlaku di AS.

Namun pada penggunaan sehari-hari, perangkat lunak akan mengembalikan emisi ke level di atas standar. Hal ini untuk membuat mobil lebih bertenaga dan bertorsi tinggi.

Akbiat terbongkarnya kasus ini, VW me-recall 11 juta unit mobil di seluruh dunia, termasuk di dalamnya merek Audi. Recall akan dimulai pada Januari 2016 dan diperkirakan selesai sebelum 2017.

Gambaran alur cerita film itu akan disesuaikan dengan kondisi asli hasil temuan EPA. Hingga kini, pria berusia 40 tahun itu belum belum membeberkan kapan akan memulai proses syuting. {Fahrum Ahmad}

Lewat #KepoItuBaik, Greenpeace Desak Pemerintah Transparan

Published in Nasional
Rabu, 30 September 2015 09:10

Medialingkungan.com – Situasi darurat asap Indonesia kontan memberikan respon dari seluruh pihak, termasuk beberapa negara tetangga. Pemerintah didesak agar segera menangani dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan, utamanya pada lahan gambut.

Menurut Greenpeace Indonesia, transparansi terhadap informasi kehutanan perlu dibuka secara luas. Untuk itu, organisasi kampanye lingkungan yang independen ini mendesak pemerintah untuk membuka akses publik guna mendorong partisipasi masyarakat lebih luas dalam pengelolaan lingkungan dan hutan.

Dalam situasi kebakaran hutan dan bencana asap saat ini, transparansi ini akan membantu negara memetakan langkah apa yang seharusnya diambil dalam menanggulangi kebakaran hutan gambut dan menyelamatkan kawasan gambut yang tersisa.

Sejak tahun 2012, hutan seluas 130 kali lapangan bola dihancurkan setiap jam. Bencana kebakaran menyebabkan 25 juta masyarakat Indonesia terpapar kabut asap, ribuan balita dan anak-anak di Kalimantan dan Sumatera terkena penyakit. Satwa endemik seperti orang utan dan harimau Sumatera semakin tidak jelas masa depannya. Dan di tengah krisis ini, pemerintah belum transparan dan belum membuka akses informasi yang dibutuhkan terkait pengelolaan dan perlindungan hutan.

Bertepatan dengan Hari Hak untuk Tahu Sedunia (International Right to Know Day) pada Selasa (29/09), Greenpeace bersama grup musik Boomerang dan DJ Ninda Felina serta sejumlah artis lainnya memulai petisi #KepoItuBaik yang merupakan sebuah seruan bagi pemerintah untuk lebih transparan dan memberikan akses terkait data dan informasi pengelolaan hutan.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Medialingkungan.com, kampanye ini diluncurkan setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menolak membuka data kehutanan dalam format shapefile yang diminta Greenpeace pada Senin (21/09).

Menurut Juru Kampanye Hutan Greenpeace, teguh Surya, data tersebut dibutuhkan untuk pemantauan kehutanan dalam rangka keterlibatan masyarakat luas dalam membangun tata kelola kehutanan yang baik dan bersih (good and clean governance), terlebih data yang diminta sangat mempengaruhi hidup orang banyak.

“Pemerintah kewalahan mengatasi deforestasi dan kebakaran hutan. Ini waktu yang tepat melibatkan publik untuk membantu menanggulangi bencana tahunan ini. Berapa hutan yang tersisa, siapa yang mengkapling hutan lindung, adalah pertanyaan yang tidak bisa dijawab kecuali pemerintah membuka akses publik terhadap data tersebut,” kata Teguh Surya.

Menurut Teguh, selama ini masyarakat kesulitan untuk memantau pengelolaan hutan karena pemerintah menganggap data dan informasi kehutanan adalah rahasia dan bukan merupakan wilayah publik.

Ia menganggap, keterbukaan data atau transparansi informasi adalah penting dalam negara yang demokratis dan merupakan prasyarat penting dalam membangun akuntabilitas pejabat publik.

Pengelolaan kehutanan yang buruk juga tercermin dari masih banyaknya tumpang tindih izin konsesi sejumlah perusahaan di satu areal yang sama.

Presiden Joko Widodo telah berkomitmen untuk membuat peta tunggal (one map) yang akan menjadi rujukan bagi seluruh kementerian dan institusi. Ini adalah langkah awal yang baik untuk adanya sebuah satu rujukan peta yang kredibel yang dapat diakses oleh publik.

“Ide Peta Tunggal hingga sekarang masih dalam angan-angan tanpa detail langkah apa yang harus dilakukan. Padahal kesemerawutan pengelolaan dapat diurai dengan membuat peta tunggal tersebut. Tapi itu tidak akan terjadi jika data kehutanan masih menjadi rahasia dan jauh dari jangkauan publik,” ujar Teguh.

Sementara itu, vokalis Boomerang, Andi Abbas mengungkapkan bahwa akses publik terhadap informasi kehutanan menunjukkan adanya relevansi terhadap jurang korupsi. “Kalau pemerintah mau transparan soal data kehutanan, berarti mereka setuju terhadap pemberantasan korupsi. Biasanya kalau ada yang ditutup-tutupi itu pasti ada sesuatu yang busuk. Ayolah, sekarang bukan zamannya lagi main tutup-tutupan. Buka dan ajak publik terlibat, karena kepo itu baik,” jelas Andi Babas.

Senada dengan Andi, DJ Ninda yang juga turut dalam kampanye itu mengungkapkan pentingnya transparansi data tata kelola hutan Indonesia. “Tahun lalu saya ke Sungai Tohor, Riau dan melihat langsung dampak pengrusakan hutan gambut. Ini sudah darurat. Saya dukung Greenpeace ikut desak pemerintah untuk keterbukaan informasi, demi masa depan hutan Indonesia,” kata Dj Ninda Felina. (Fahrum Ahmad)

Mark “Hulk” Ruffalo Luncurkan 100% Energi Bersih

Published in Internasional
Selasa, 30 Juni 2015 12:34

Medialingkungan.com – Aktor Amerika yang berlaga dalam film Hulk dan beberapa film sekuel The Avengers, Mark Ruffalo, sangat antusias mengampanyekan energi bersih.

Dilansir dari VOA Indonesia, Ruffalo meluncurkan kampanye bernama "100%" hari Kamis (18/06) di New York. "100%" memusatkan perhatian pada membuat energi bersih baru lebih mudah diakses dan lebih terjangkau.

Dalam upayanya ini, aktor berusia 47 tahun itu berkolaborasi dengan pemimpin-pemimpin New York untuk menjadikan lingkungan lebih baik. Acara peluncuran ini diadakan setelah Paus Fransiskus merilis dokumen pengajaran tentang lingkungan, dimana Paus juga menyatakan bahwa perubahan iklim harus segera diatasi.

Peluncuran “100%” itu juga dihadiri Leonardo DiCaprio, aktor yang juga aktif dalam mengampanyekan isu-isu lingkungan -utamanya perubahan iklim. Ia menyebut bahwa aksi tersebut sangat "revolusioner."

Kegiatan yang diselenggarakan di sebuah taman di kota New York itu menyediakan pizza yang dibuat dan dibawa menggunakan truk bertenaga surya. Para penari dan musisi juga hadir menghibur pengunjung dan tamu undangan.

Dihadapan para pengunjung, Ruffalo mengatakan bahwa New York berjuang keras menjadi negara bagian yang paling ramah lingkungan di AS (gelar yang kini dipegang oleh California). (Fahum Ahmad)

Nugie Ajak Anak Muda Indonesia Cinta Lingkungan

Published in Nasional
Senin, 22 Juni 2015 17:12

Medialingkungan.com – Penyanyi sekaligus aktris Agustinus Gusti Nugroho atau biasa disapa Nugie berpesan kepada seluruh anak muda yang berkebangsaan Indonesia agar terus mencintai lingkungan hidup sekaligud melindungi. “Lestarikan lingkungan hidup, agar alam juga tidak marah kepada kita,” ujar Nugie, seperti yang dilansir suara, Senin (22/06).

Nugie mengungkapkan, perubahan lingkungan hidup tidak hanya jadi slogan kampanye, tetapi harus ada tindakan nyata untuk memperbaiki lingkungan, agar kerusakannya tidak bertambah parah. “Setidaknya mampu membuat sebuah lingkungan menjadi sejuk dan asri,” tambahnya.

Perubahan dari diri sendiri menjadi kunci penting kalau ingin berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan hidup, katanya. “Ngga usah yang ribet dulu, kita bisa bawa botol air minum dari rumah, menggunakan listrik dan air seperlunya," ucapnya.

Nugie berharap Indonesia dapat menjadi negara yang hijau dan asri. Ia juga menginginkan kalau kelak Indonesia dapat kembali menjadi salah satu paru-paru dunia, karena potensi itu sebenarnya ada di Negara Indonesia. (Angga Pratama)

Nadine Chandrawinata Geram Melihat Lingkungan Kotor

Published in Nasional
Sabtu, 20 Juni 2015 13:45

Medialingkungan.com – Aktris cantik Nadine Chandrawinata sangat geram melihat tumpukan sampah dimana-mana yang membuat pandangan menjadi buruk. Berbagai hal telah dilakukan oleh aktris cantik tersebut untuk mengubah pola pikir masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Melalui gerakan Seasoldier ini putri Indonesia tahun 2005 itu focus untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan sekaligus melindunginya, terkhusus pada pesisir pantai dan laut.

"Seasoldier adalah aksi yang dilakukan teman-teman, di mana kita memfokuskan diri sendiri untuk melakukan aksi ramah lingkungan baik di darat maupun di laut," ujarnya, seperti yang dilansir bintang, Sabtu (20/06).

Ketika menjalani hobi traveling, pemain film Erau Kota Raja itu melakukan perjalanan sering kali menemukan sampah yang bergeletakan di sana-sini. Apalagi sampah-sampah tersebut sudah mencapai di bawah laut dan membuat ekosistem laut menjadi terganggu, katanya.

"Bagaimana sekarang cara untuk melakukan sesuatu bagi lingkungan. Terlebih anak muda, saya ingin memaksa mereka aktif. Karena bumi butuh kita, dan kita butuh bumi," ucapnya.

Perempuan kelahiran Jerman itu kini memberikan contoh tindakan yang pernah ia lakukan sebelumnya, seperti mengurangi penggunaan plastic, saat di pusat perbelanjaan, alangkah baiknya jika membawa barang belanja dengan kantong sendiri, tanpa meminta plastik dari pusat perbelanjaan.

"Atau untuk teman-teman yang suka travelling atau jalan-jalan, saya harap kalau minum bawa botol sendiri. Jangan beli botol plastik kemasan. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, kebiasaan baru yang bermanfaat akan muncul," tuturnya. (Angga Pratama)

Ratusan Supporter Greenpeace Bersama Artis Papan Atas Gelar Run Forest Run di Jakarta

Published in Event & Komunitas
Senin, 11 Mei 2015 14:19

Medialingkungan.com – Run forest run yang digelar ratusan supporter Greenpeace bersama sejumlah artis berlari sepanjang lima kilometer di kawasan bebas kendaraan di Jakarta Senin (11/05). Mereka menyerukan agar Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) tidak melewatkan kesempatan untuk memperkuat kebijakan penundaan izin tebang hutan (Moratorium hutan).

Di antara artis yang menhadiri run forest run yakni, Poppy Sovia, Ninda Felina, Gugun Blues Shelter, Putri Indonesia Lingkungan tahun 2015 Chintya Fabyola, Kunto Aji. Mereka ikut bersuara mendorong Presiden Jokowi agar segera bertindak melindungi secara penuh seluruh hutan Indonesia di jam-jam terakhir sebelum semunya terlambat.

Kebijakan moratorium akan berakhir beberapa hari lagi yang berarti hutan-hutan alam tidak lagi terlindungi karena dapat diberikan ijin-ijin penebangan atau pembukaan wilayah.

Presiden Jokowi sudah menegaskan bahwa kebijakan ini akan diperpanjang tapi tidak jelas apakah itu akan diperkuat atau justru lebih lemah dari kebijakan sebelumnya.

“Memperkuat moratorium dengan menjamin perlindungan seluruh hutan yang tersisa seluas 93,6 juta hektar akan mempertegas bahwa Presiden Jokowi adalah seorang Rimbawan sejati, ujar Yuyun Indradi, Juru kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, dalam rilis Greenpeace yang diterima Medialingkungan melalui surel.

Dia menambahkan, jika tidak diperkuat maka kebijakan itu adalah langkah mundur yang meninggalkan kehancuran bagi hutan dan keanekaragaman hayati yang pernah dimiliki bangsa ini. (Press Rilis)

Leonardo Dicaprio Berencana Bangun Restorative Island Ramah Lingkungan

Published in Internasional
Senin, 06 April 2015 19:41

Medialingkungan.com – Artis Leonardo DiCaprio saat ini berencana membangun sebuah resort yang ramah lingkungan di pulau kecil di Belize. Ia tertarik pada wilayah Blackadore Caye di sebuah pulau yang luasnya 104 hektar.

Aktor The Wolf of Wall Street ini membeli daerah tersebut dengan harga US$1,75 juta  atau Rp22,6 miliar setelah menjual kediaman pribadinya senilai US$15 juta atau setara Rp194 miliar, seperti dilansir laman Metro.co.uk (06/04).

Dia membelinya sekitar 10 tahun yang lalu, kini tengah bekerja sama dengan New York Executive Property, Paul Scialla untuk rancangan pembangunan yang ramah lingkungan yang diprediksi rampung 2018 nanti. Ia menjelaskan, begitu ingin melakukan sesuatu yang dapat mengubah dunia.

"Aku tidak bisa pergi ke Belize dan membuat sesuatu jika tidak karena gerakan lingkungan," ujar Leonardo.

Bintang film Titanic itu merencanakan sebuah resort yang akan diberi nama “Restorative Island” yang dihiasi vila dan kolam renang.

Tidak akan ditemui botol plastik yang berserakan di sana karena itu dilarang, vila dibangun di platform yang berada di atas air, juga dengan terumbu karang buatan untuk melindungi kehidupan laut dan menanam rumput laut agar mempercantik hiasan laut, katanya.

Pria 40 tahun itu mengungkapkan, tujuan dibangunnya resort ramah lingkungan ini untuk mengembalikan kerusakan laut akibat penangkapan ikan berlebihan, pengikisan pantai dan pembalakan liar. “Para tamu yang datang, nantinya akan menikmati keindahan matahari tenggelam atau sunset,” ucapnya.

Leonardo mengatakan, para wisatawan yang datang nantinya juga akan diikutsertakan pada orientasi ekologi sebelum diizinkan mengunjungi resort. Ia menambahkan, tujuannya, menciptakan sesuatu yang tidak dibuat-buat seperti gambar liburan Hawaii, melainkan tempat bersejarah yakni kebudayaan suku Maya dengan pendekatan yang lebih modern.

Pemimpin Arsitek dan Desainer, Jason McLennan mengatakan, mereka ingin mengubah pandangan para wisatawan. Pengembangan yang berbasis di New York ini direncanakan bukan pada tahun 2018 di pulau Central American yang bisa dijangkau selama 45 menit dengan perahu dari Belize City, ujarnya. (Angga Pratama)

Band J-Rocks Rilis Singel Baru Tentang Lingkungan

Published in Nasional
Selasa, 10 Februari 2015 16:22

Medilaingkungan.com – Band asal Jakarta, J-Rocks, baru-baru ini merilis singel yang ber-tema-kan lingkungan. Menurut mereka, lagu tersebut dibuat untuk menyampaikan pentingnya menjaga bumi dari segalah kerusakan.

Lagu yang berjudul ‘Karena Kita’ tersebut berisi pesan yang sangat mendalam tentang pentingnya kesehatan bumi. Imam selaku vokalis band J-Rocks ini mengungkapkan bahwa jika bumi hancur maka kita (manusia) juga akan ikut hancur.

“Nanti kalau misalkan hancur, kita juga hancurkan ! Mau tinggal dimana ? jelasnya di NET TV, Senin (09/02).

Selain itu, singel terbaru tersebut bercerita tentang bencana alam yang sering terjadi di Indonesia yang disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Gaya hidup yang semaunya seperti menebang pohon, penggundulan hutan, membuang limbah pabrik yang tidak disertai penanggulangan terhadap lingkungan, dan membuang sampah di sembarang tempat mereka anggap sebagai penyebab utamanya.

Band yang digawangi oleh Iman (vokal, gitar), Sony (gitar), Wima (bass), dan Anton (drum) ini prihati pada fenomena yang terjadi di negeri ini yang kemudian mereka tuangkan dalam bentuk lagu. Harapannya ialah agar kita senantiasa menjaga memelihara dan menjaga lingkungan agar tetap lestari.

Begitu pentingnya menjaga lingkungan agar bumi tetap sehat menjadi pesan utama dalam lagu tersebut. ” Kalau buminya sehat, kita juga sehat, jadi semuanya karna kita,” tegas imam.

Berikut lirik dari lagu yang sebenarnya telah diciptkan sejak tahun 2008 tersebut:

“ bayangkanlah jika bumi ini
tak dapat lagi bisa kita tinggali

bayangkanlah jika bumi ini
tak dapat lagi bisa kita tinggali
kemana lagi kita mencari
tempat tuk jalani sisa hidup ini

masihkah kita miliki hati
untuk peduli akan dunia ini
sampai kapan kita kan berdiam diri
jangan sampai mati

renungkan semua yang telah kita lakukan
kepada dunia untuk kesekian lama
menyakiti dirinya yang lelah akan semua

renungkan semua yang telah kita lakukan
kepada dunia untuk kesekian lama
menyakiti dirinya yang lelah akan semua
menyakiti dirinya yang lelah akan kita”

Selain lagu tersebut, perhatian grup band ini terhadap lingkungan telah ditunjukkan sejak tahun lalu. Mereka pernah terlibat dalam penanaman telur penyu bersama Polresta Selayar, di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Semoga harapan band yang pernah merasakan euforia studio rekaman Abbey Road, Inggris, itu menjadi harapan kita bersama yang diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. (AND)

Halaman 1 dari 3

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini